Rahasia Memperbaiki Pola Pikir Negatif ke Positif Pada Otak Anak



Rahasia Memperbaiki Pola Pikir Negatif ke Positif Pada Otak Anak Coba Geh

Coba Geh, Masa keemasan anak sangatlah di dambakan oleh kedua orang tua, pada masa keemasan ini ayah bunda pasti tidak ingin melewatkannya begitu saja. Berbagai cara akan di lakukan para orang tua untuk bisa menjadikan anaknya menjadi lebih baik.

Ada lima rahasia dalam memperbaiki pola pikir anak yang sudah terpapar hal hal yang negatif untuk menjadi pola pikir positif pada otak anak. Pola pikir negatif pada anak bisa jadi karena pola asuh ayah bunda yang kurang tepat.

Ke lima cara ini apabila dilakukan dengan teratur oleh kedua orang tua kepada anaknya akan membantu perubahan pola pikir negatif menjadi positif. Kelima tindakan tersebut yaitu Repeatisi, Figur Otoritas, Emosi yang Intensif, Identitas Kelompok, dan Gelombang di Alfa.

#Repeatisi

Repeatisi merupakan tindakan yang dilakukan oleh ayah bunda kepada anak secara berulang ulang. Seperti halnya ucapan ucapan yang disampaikan kepada anak adalah hal hal yang positif.

Dengan pengulangan kata kata positif kepada anak maka akan memberikan efek positif yang tersimpan dalam otak anak. Rubah perilaku dan kata kata negatif menjadi positif.

Pengulangan hal positif secara intensif yang dilakukan oleh ayah bunda kepada anak akan menimbulkan efek positif. Ayah atau bunda bisa memulai dengan merubah pola asuh negatif menjadi positif.

Sebagai contoh berikan ucapan kepada anak secara berulang tidak boleh lebih dari 12 huruf kata negatif kepada anak, karena akan masuk kedalam otak anak. Karena otak anak ketika dalam posisi yang terbaik tidak akan bisa lebih dari 12 huruf.

Pada saat kita menyampaikan kalimat positif kepada anak secara berulang ulang maka akan tertanam secara permanen didalam otak. Ucapkan kata kata positif kepada anak tidak lebih dari dua belas huruf.

#Figur Otoritas

Figur Otoritas merupakan sosok yang dianggap dapat dipercaya oleh anak, bisa kita lihat sosok pigur mulai dari ruang lingkup keluarga. Biasanya ucapan orang tua yang diikuti oleh anak baik itu ayahnya atau ibunya maka itulah figur otoritas bagi anak.

Sosok figur otoritas bagi anak akan mendelete hal negatif, sosok ini juga akan mempengaruhi perilaku anak. Untuk merubah perilaku anak bisa lakukan oleh orang yang dipercaya oleh anak.

Pigur otoritas akan didengar oleh anak, maka sebaiknya carilah orang yang dianggap sebagai figur oleh anak. Bisa saja seorang guru, ayah, ibu, atau orang lain yang sangat disegani oleh anak.

#Emosi Yang Intensif

Situasi ini adalah dimana kondisi Anak sedang melakukan kegiatan yang emosional. Maka pada kondisi seperti ini lakukan atau ucapkan hal yang positif, karena semua ucapan akan masuk kedalam otak anak.

Emosi yang intensif seperti ini biasanya ketika anak sedang serius dalam melakukan sesuatu. Semisal anak sedang bermain game atau sedang bermain hp, pada waktu tersebut merupakan waktu yang tepat untuk menyampaikan kata kata positif kepada anak.

Lakukan obrolan pada saat anak dalam kondisi emosi yang intensif seperti tadi, obrolan obrolan yang ringan dengan kata kata positif. Maka akan tertanam dalam otak anak.

#Identitas Kelompok

Identitas Kelompok ini adalah dimana kebiasaan dan dengan siapa saja anak kita bergaul. Perhatikan kebiasaan yang dilakukan oleh anak dan lingkungannya, maka kita bisa mengetahui seperti apa karakter kelompok bermain anak.

Lingkungan atau kelompok yang biasanya dalam pergaulan anak kita mencerminkan pola pikir anak kita kedepannya. Secara tidak langsung dan pasti akan membentuk karakter anak.

Arahkan anak dalam kelompok bermain yang positif, maka pola pikir anak akan menjadi positif. Untuk itu sedini mungkin sebagai orang tua kita harus bisa mendeteksi lingkungan bermain anak.

#Gelombang Alfa

Gelombang alfa ini merupakan kondisi dimana anak pada saat mau tidur, pada saat tidur, pada saat bangun tidur. Lakukan obrolan hal hal yangpositif dan membangun bersama anak pada waktu anak mau tidur.

Pada saat tidur dimana pada kondisi anak sedang bermimpi atau mengigau, obrolan atau ucapan baik itu positif maupun negatif akan masuk keotak anak. Maka usahakan hanya kata kata positif saja atau motifasi saja yang disampaikan keanak.

Obrolan yang positif yang diucapkan kepada anak dalam keadaan sedang bermimpi akan sulit untuk dilupakan oleh anak. Maka pastikan ucapan positif yang disampaikan kepada anak.

Hal tersebut juga bisa dilakukan pada saat anak baru bangun tidur. Lakukan obrolan selama sepuluh menit setelah anak bangun tidur.

Nah itu tadi lima Rahasia Memperbaiki Pola Pikir Negatif ke Positif Pada Otak Anak yang bisa kita lakukan sebagai orang tua terhadap anak. Semoga artikel ini bisa membantu dalam proses memperbaiki pola pikir anak.

9 Responses to "Rahasia Memperbaiki Pola Pikir Negatif ke Positif Pada Otak Anak"

  1. info menarik untuk ayah bunda

    ReplyDelete
  2. Wah artikel yang menarik, jadi bisa tambah ilmu saya. Setuju banget kalau mengubah pola pikir butuh pengulangan setiap hari. Dan paling nyaman itu saat gelombang Alfa mau tidur. Jadi makin dekat aja ayah bunda dengan ananda.

    ReplyDelete
  3. dijurusan saya, kami diajarkan juga mengenai artikel ini. keren sekali, apalagi yang terakhir berkaitan dengan gelombang alfa ada dimata kuliah hipnoterapi. gelombang alfa memang waktu yang tepat untuk pemberian sugesti positif kepada anak karna alam bawah sadar anak berada pada gelombang tersebut.

    dan, perilaku yang terbentuk memang 80% adalah manifestasi dari alam bawah sadar. hoho. artikelnya cocok untuk modal jadi orang tua superr nih. :D :D

    ReplyDelete
  4. Untuk saua calon seorang ayah ini sangat bermanfaat.

    Pola pikir anak memang menjadi hal penting untuk dipantau oleh ayah bundanya.

    ReplyDelete
  5. Mudah mudahan bisa merutinkan memanfaatkan gelombang alfa untuk hal hal positif bagi anak

    ReplyDelete
  6. Bagus sekali tipsnya, semoga makin banyak ortu yang peduli ilmu parenting ya. Suka deh dengan tipsnya. Praktis.

    ReplyDelete
  7. Mantap jiwa terima kasih banyak atas tipss dan triknya sangat membantu dalam mengajari anak.

    ReplyDelete
  8. Menarik nih infonya. Semoga para orang tua semakin peduli dengan hal-hal begini. Penting banget untuk pembentukan karakter ke depannya.. thanks ilmunya.

    ReplyDelete

Iklan Tengah Artikel 2