Perawatan Payudara Dan Manajemen ASI Untuk Ibu Bekerja Selama Masa Menyusui


Coba GehPerawatan Payudara dan Manajemen ASI untuk Ibu Bekerja selama Masa Menyusui – Bagi wanita karir akan merasakan bimbang ketika ingin memberikan ASI Eksklusif untuk Bayinya. Apalagi dengan kondisi bekerja, hal tersebut akan menambah kegalauan.

Saat ini sebagian besar wanita memilih untuk berkarir, biasanya keputusan ini diambil karena keadaan. Dengan kondisi ekonomi keluarga memungkinkan wanita mengambil keputusan untuk bekerja, demi membantu suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain menjadi wanita karir, biasanya ibu muda yang baru pertama kali memberikan ASI untuk bayinya akan merasakan kekhawatiran akan kondisi payudaranya. Biasanya khawatir dengan perubahan bentuk payudara, apalagi wanita tersebut sangat mementingkan penampilannya.

Namun bagi wanita yang mengerti akan kesehatan, justru sebaliknya. Wanita yang paham akan kesehatan payudara akan memberikan ASI Eksklusif kepada buah hatinya. Baik itu secara langsung diberikan kepada bayi, maupun dengan memerasnya kedalam botol untuk diberikan menggunakan dot bayi.

Untuk menjawab kekhawatiran tersebut, terutama bagi wanita yang memiliki kesibukan karirnya sehingga tidak memungkinkan untuk memberikan ASI secara langsung. Berikut ini akan diulas mengenai perawatan payudara dan manajemen pemberian ASI untuk wanita yang bekerja selama masa menyusui.

Perawatan Payudara Selama Masa Menyusui

Perawatan payudara selama masa menyusui diperlukan untuk tetap menjaga kebersihan payudara dan ibu selalu siap menyusui setiap saat bayi membutuhkan. Teknik membersihkannya sama dengan pada masa kehamilan, yaitu dilalukan sebelum mandi, menggunakan minyak kelapa dan kapas yang lunak untuk membersihkan puting dan areoIa mamae.

Setelah itu, basuh dengan menggunakan air hangat. Hal ini akan membuat puting dan payudara terasa nyaman dan lebih lunak sehingga menghindari terjadinya lecet. Dalam rentang antar menyusui, kompreslah payudara dengan air hangat sejenak.

Pijatan lunak di sekitar payudara juga akan membantu ibu merasa Iebih nyaman, gunakan bra yang menyokong dan jangan terlalu ketat. Dalam satu hari berikan kesempatan selama beberapa jam agar payudara dalam keadaan longgar, yaitu dengan melepaskan bra.

Tujuannya adalah agar payudara tidak lembap dan ibu akan lebih leluasa bernapas. Pilihlah bra yang tepat untuk menyusui dan gunakan pakaian dengan kancing depan yang memudahkan untuk menyusui sehingga ibu dan bayi menjadi lebih nyaman selama proses menyusui.

Bersihkan payudara sebelum dan sesudah menyusui dengan menggunakan kapas yang dicelupkan ke air hangat, peras sebentar, dan bersihkan payudara. Sebelum dan sesudah menyusui sebaiknya ASI dikeluarkan sedikit, lalu oleskan di sekitar puting dan areola untuk membantu bayi terhindar dari kuman yang dapat menimbulkan penyakit.

ASI mengandung antikuman. Bila ibu mengalami lecet payudara, tetap lakukan pembersihan dan cukup menggunakan AsI saja untuk mengobatinya. Oleskan sedikit pada daerah yang tecet dan biarkan mengering.

Selama lecet tidak terlalu berat, tetap berikan ASI dari payudara tersebut. tetapi jika lecetnya berat dan membuat ibu merasa nyeri yang sangat, payudara tersebut boleh "diistirahatkan" untuk satu atau dua hari dengan tetap mengeluarkan ASI secara manual dengan tangan. Setelah membaik, proses menyusui dapat dilanjutkan kembali.

Manajemen ASI untuk Ibu Bekerja

Sebagai ibu yang bekerja dan menginginkan tetap memberikan Air Susu Ibu (ASI) untuk buah hatinya. Dengan melakukan manajemen pemberian ASI dengan baik dan benar, maka pekerjaan dan memberikan ASI untuk bayinya tidak akan terganggu.

Dengan melakukan langkah langkah yang tepat semua masalah akan teratasi dengan baik. Sebagai catatan sang ibu memiliki tekad yang kuat untuk memberikan ASI Eksklusifnya meskipun dalam kondisi bekerja.

Berikut akan disajikan sekilas mengenai manajemen ASI untuk para ibu yang bekerja. Semoga mampu memberikan solusi untuk menjadikan buah hati seorang insan yang cerdas dan sehat dikemudian hari.

1. Sebelum ibu berangkat kerja, susui bayi sampai kenyang.

2. Selanjutnya, untuk payudara yang belum habis diisap oleh bayi, perah ASI dari payudara. Memerah ASI dapat menggunakan tangan secara manual dan ditampung pada suatu tempat yang bersih.

Cara memerah ASI dengan tangan, letakkan ibu jari di tepi atas areola pada posisi pukul 12. Letakkan jari telunjuk di tepi bawah areola pada posisi pukul 6. Dengan kedua jari, tekan payudara ké dalam tanpa mengubah posisi ibu jari dan jari telunjuk.

Lanjutkan dengan gerakan ke depan memijat jaringan di bawah areola sehingga dapat memerah ASI dalam saluran ASI. Lakukan gerakan ini berkalikali hingga pancaran ASI yang keluar berkurang.

Penggunaan pompa payudara tidak dianjurkan karena akan membuat produksi ASI terhenti sebelum waktunya. Dengan memompa, rangsangan yang diterima puting dan areola mamae tidak sama dengan isapan bayi.

Selama di kantor, perahlah ASI 3-4 jam sekali dengan teknik yang sama seperti yang sudah dijelaskan tadi. Tempatkan ASI perahan dalam wadah penampung yang steril dan tertutup rapat.

Tempat penyimpanan ASI perah yang dianjurkan adalah yang terbuat dari bahan plastik karena wadah yang terbuat dari bahan gelas banyak menyebabkan ASI kehilangan keaktifan zat kekebalan tubuh.

Setiap wadah diberi label hari, tanggal, dan jam diperah. ASI yang diperah terlebih dahulu, diberikan lebih dulu

ASI yang diperah dapat dibekukan untuk persediaan atau tambahan apabila ibu mulai bekerja. ASI tahan 6-8 jam dalam suhu kamar, 24 jam dalam termos es, 2 x 24 jam dalam lemari es, 2 minggu di freezer Iemari es 1 pintu, dan 3 bulan di freezer lemari es 2 pintu.

Untuk ASI yang disimpan di lemari es, sebelum diberikan kepada bayi, terlebih dahulu suhu ASI harus disamakan dengan suhu kamar dengan cara merendam botol berisi ASI dalam air dingin biasa (suhu normal).

Hindari mencelup botol berisi ASI dalam air panas atau memanaskannya langsung di atas api sebab dapat merusak kandungan gizi dan komponen imunologiknya. Setelah dihangatkan, ASI harus habis dalam 1 jam.

ASI yang sudah dihangatkan tidak boleh dikembalikan ke dalam lemari es. Maka sebaiknya ASI yang dihangatkan adalah sejumlah yang habis diminum bayi satu kali. Dalam hal ini kita harus paham seberapa banyak kebutuhan ASI dari waktu kewaktu.

Dengan mengetahui berapa banyak ASI yang diminum oleh Bayi dalam sekali minum hingga bayi merasa kenyang, akan memberikan efek efisiensi kebutuhan ASI. Sehingga tidak terjadi pembuangan ASI secara Cuma Cuma. Karena ASI sangatlah berharga untuk bayi.

Siapkan pengasuh bayi (nenek, kakek, anggota keluarga lain, baby Sitter, pembantu) sebelum ibu mulai bekerja kembali. Latihlah pengasuh bayi untuk terampil memberikan ASI perah dengan sendok kecil atau gelas kecil. Hindari pemakaian dot atau empeng karena kemungkinan bayi akan menjadi "bingung puting".

Penjelasan mengenai perawatan payudara dan manajemen pemberian ASI untuk ibu bekerja pada masa menyusui sepertinya sudah jelas. Tinggal anda seorang wanita yang memiliki bayi dan dengan kondisi bekerja bisa mengaplikasikannya dengan baik dan benar.

Jangan sampai masa masa emas bersama buah hati anda terlewatkan, karena masa masa itu hanya sekali seumur hidup dan tidak akan pernah terulang kembali. Menjadi Wanita Smart Itu Pilihan, Coba Geh.

0 Response to "Perawatan Payudara Dan Manajemen ASI Untuk Ibu Bekerja Selama Masa Menyusui"

Post a Comment

Iklan Tengah Artikel 2