Untuk Buah Hati, MPASI Rumahan Atau Pabrikan? Ini Penjelasannya

5 min read

COBA GEH, MPASI Rumahan Atau Pabrikan? Mari cermati dalam memilih jenis MPASI dan sesuaikanlah dengan kebutuhan anak. Bunda harus memahami bahwa pengalaman makan saat bayi dan masa kanak kanak akan membentuk pola makan mereka saat dewasa nanti.

Ketika anak sudah terbiasa mengonsumsi makanan yang sehat dan segar, kelak, ia pun akan terbiasa untuk memilih makanan yang sehat.

Akan tetapi, pemberian makanan siap saji pun sangat membantu, terutama ketika Bunda sedang sakit sehingga tidak bisa melaksanakan tugas rumah tangga, saat sedang dalam perjalanan, saat berada dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk mendapatkan bahan makanan dengan kualitas baik, dan alasan-alasan lainnya.

Jangan bingung ya, Bunda. Pengambilan keputusan tentu tetap ada di tangan orang tua. Sebaiknya, pilihan ini memang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi yang dialami anak.

Nah, untuk membantu Bunda memilih mana yang paling baik untuk sang buah hati, terdapat beberapa fakta tentang MPASI rumahan dan MPASI pabrikan.

MPASI RUMAHAN VS MPASI PABRIKAN

Pentingnya Memenuhi Kebutuhan Zat Besi Anak

Kebutuhan bayi akan zat besi meningkat pesat pada usia 6 bulan, yakni 11 miligram per hari. Namun, pada usia 1 sampai 3 tahun, kebutuhan tersebut berkurang menjadi sebesar 7 miligram per hari.

Sementara itu, kebutuhan zat besi bayi yang baru lahir hanya 0,27 miligram per hari dan dapat tercukupi hanya dengan ASI.

Sebagai contoh, kita bisa mencoba memperkirakan kebutuhan zat besi bayi saat mengonsumsi buah pisang dan tepung beras. Dalam setiap 100 gram pisang, terdapat kandungan zat besi sebanyak 0,5 miligram.

Sementara itu, dalam setiap 100 gram tepung beras, terdapat kandungan zat besi sebanyak 0,9 miligram. Oleh karena itu, kita bisa mempertimbangkan Untuk memberikan tambahan zat besi.

Sebagai informasi tambahan, terdapat kurang lebih 7,5 miligram zat besi dalam setiap 100 gram MPASI instan yang sudah difortifikasi.

Zat Besi Memengaruhi Kecerdasan Anak

Zat besi bermanfaat dalam mendorong perkembangan fisik dan mental anak, terutama perkembangan otak. Kekurangan zat besi akan sangat memengaruhi perkembangan mental dan kemampuan konsentrasi anak. Adapun tanda-tanda anak kekurangan zat besi antara lain kurang semangat, mudah letih, dan terlihat sering mengantuk.

Kebiasaan Makan Akan Terbentuk Sejak Dini

Pembentukan kebiasaan makan manusia sudah dimulai semenjak bayi. Saat bayi terbiasa diberikan makanan segar, pengalaman tersebut akan terekam dalam ingatan mereka. Kelak, pengalaman itu akan mencegah anak menjadi pemilih dalam hal makanan. Pasalnya, rasa alami dari bahan makanan yang segar akan membuat lidah anak tidak menciptakan standar rasa enak yang berlebihan.

Mpasi Pabrikan Tidak Mengandung Bahan Pengawet

Dua badan dunia, yakni World Health Organization (WHO) dan Food and Agriculture Organization (FAO) telah membentuk sebuah lembaga bernama The Codex Alimentarius. Commision untuk mengatur pembuatan makanan dan menjamin keamanan MPASI pabrikan.

MPASI pabrikan tidak boleh menggunakan bahan pengawet dan zat aditif yang berbahaya. Aturan ini diterapkan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

MPASI pabrikan bisa tahan lama karena teknik freeze dry, yakni pengeringan bahan-bahan sebelum diolah. Dengan demikian, kandungan airnya menjadi nol sehingga bakteri tidak bisa tumbuh dan hidup.

MPASI Pabrikan Difortifikasi Vitamin Dan Mineral

Fortifikasi merupakan penambahan vitamin atau zat tertentu pada makanan dengan tujuan untuk meningkatkan nilai gizinya. Ada beberapa vitamin yang biasa difortifikasi pada MPASI pabrikan, yaitu vitamin A, D, B, dan C, DHA, omega 3 dan mineral.

MPASI Pabrikan Mengandung Sayur Dan Buah Segar

Bahan yang digunakan oleh produsen makanan bayi Instan adalah bahan-bahan alami. Bahan-bahan utama tersebut diolah dengan teknik penepungan, yakni pengolahan bahan makanan dengan cara dihaluskan menjadi tepung atau bubuk.

Jadi, kalau bahan-bahan yang ada pada makanan bayi tersebut terasa seperti daging ayam atau ikan, berarti bahan bahan yang ada memang mengandung ayam atau ikan ya, Bunda.

Kandungan MSG, Gula, dan Garam Dalam MPASI Pabrikan

Rasa gurih pada MPASI pabrikan bukan berasal dari MSG. Rasa gurih tersebut bisa berasal dari daging ayam, ikan, atau sapi. Berdasarkan Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives (JECFA) tahun 1987, MSG tergolong bahan makanan yang dapat digunakan secukupnya dan sudah diatur sesuai dengan cara produksi pangan yang baik.

Umumnya, aturan pemakaian MSG disesuaikan dengan berat badan (setiap kilogram) sehingga penggunaan yang tepat tidak berdampak pada kesehatan. Walau begitu, bayi yang berusia kurang dari 12 minggu (3 bulan) tidak diperbolehkan mengonsumsi MSG.

Demikian pula dengan penggunaan gula dan garam pada MPASI pabrikan. Pada umumnya, penggunaan bahan-bahan tersebut sudah disesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membaca label kemasan Untuk melihat berapa kandungan gula dan garam (natrium/ sodium) yang terdapat pada makanan tersebut.

Sebagai panduan, menurut Scientific Advisory Committee on Nutrition (SACN), penggunaan garam yang diperbolehkan untuk anak berusia sampai dengan 1 tahun adalah kurang dari 0,4 gram per hari. Tidak boleh lebih dari 1 gram per hari.

MPASI Rumahan Lebih Kaya Rasa

Dalam menyiapkan MPASI rumahan, bahan-bahan yang digunakan tentu harus lebih segar dan bervariasi. Kita tinggal memilih beragam bahan yang ada dan disesuaikan dengan minat sang buah hati dan ketersediaan bahan di pasar.

Misalnya saja, saat kita tidak bisa menemukan avokad yang matang saat berbelanja di pasar, kita dapat langsung menggantinya dengan bahan lain, lalu disesuaikan dengan selera atau program yang diterapkan untuk sang buah hati.

Jadi, sebagai orang tua, kita memegang peranan penting dalam menghasilkan MPASI yang berkualitas, Iho!

MPASI Rumahan Lebih Sesuai Dengan Kebutuhan Bayi

Kita bisa menyiapkan MPASI rumahan yang disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Misalnya saja, ketika bayi mengalami alergi terhadap bahan makanan tertentu, kita dapat menggantinya dengan bahan makanan lain.

Saat kita akan memperkenalkan bahan makanan yang baru kepada bayi, kita pun lebih merasa leluasa karena bahan-bahan tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

MPASI Rumahan Ciptakan Kepuasan Diri

Ketika kita menyiapkan dan mengolah sendiri MPASI untuk sang buah hati, tentu kita akan merasa lebih puas. Selain karena kita yakin akan kebersihan bahan-bahan dan cara pengolahannya, kita juga bisa mengembangkan kreativitas dalam mengolah berbagai bahan makanan.

Kita bisa membuat kombinasi antara berbagai bahan untuk menghasilkan rasa yang lezat. Saat hasil karya itu disukai oleh anak, tentu kita akan merasakan kepuasan yang tak ternilai.

Tips Menyimpan MPASI Pabrikan

  • Habiskan MPASI pabrikan dalam waktu dua minggu bila kemasannya sudah dibuka Jika lebihdarldua minggu bakteri munkin akan masuk dan berkembang biak di dalamnya
  • Hindari paparan sinar matahari langsung saat menyimpan MPASI Pabrikan.
  • Hindari ruang penyimpanan yang lembap karena bakteri dapat berkembang biak dengan baik.
  • Simpan sisa makanan dalam wadah kedap udara. Berilah label yang mencantumkan tanggal kita membuka makanan. Pastikan wadah selalu tertutup rapat.
  • Bila MPASI sudah berupa bubur siap santap, masukkanlah ke dalam botol. Setelah itu. masukkan ke dalam lemari pendingin (bukan freezer). Jangan menyimpan makanan yang sudah terkena sendok dan air liur. Makanan akan tahan selama 48 jam semenjak dibuka. Khusus makanan berbahan daging atau kuning tetur sebaiknya dihabiskan dalam waktu 24 jam untuk seal.
  • Simpan makanan yang sudah siap untuk dimakan dalam wadah khusus. Jangan dicampur dengan makanan yang belum siap untuk dimakan. Oleh karena itu, siapkantah tiga buah kantong plastik yang dapat “dikunci“ dengan penjepit kemasan. Simpan makananan siap pakai berupa bubuk, biskuit, atau makanan kering lain yang telah dibuka dalam plastik tersebut.

Panduan Dalam Membeli MPASI Pabrikan

  • Pastikan kemasan tidak rusak karena kerusakan bisa menjadi indikator kualitas makanan yang sudah tidak baik.
  • Perhatikanlah tanggal kedaluwarsa. Pilihlah MPASI pabrikan dengan tanggal kedaluwarsa yang masih lama.
  • Pilihlah MPASI pabrikan yang mengandung beragam bahan makanan. Semakin beragam bahan yang digunakan, semakin beragam zat gizi yang diperoleh.
  • Perhatikanlah label kemasan. Kemudian, cermatilah bagian kandungan zat gizi. Amati apa saja yang tercantum di sana: natrium, sodium, gula, dan aneka vitamin yang difortifikasi. Sempatkanlah untuk membaca dan memperhitungkan kandungan natrium yang ada pada MPASI pabrikan tersebut untuk memastikan bahwa kandungannya masih dalam batas aman. Pilihlah MPASI pabrikan yang memiliki zat gizi lengkap dan tidak mengandung natrium.
  • Pastikan makanan tidak berbau tajam dan tengik saat kita pertama kali membuka kemasan. Selain itu, pastikan juga makanan tidak menggumpai. Jangan sampai ada bau, tekstur, dan rasa yang aneh pada makanan, ya.

Tips Mengonsumsi MPASI Pabrikan

Perhatikan Cara Memasak Nya

Cara memasak MPASI pabrikan berbeda beda, Ada MPASl yang berupa; tepung atau bubuk dari pengolahannya bisa langsung dicairkan dengan air panas; Ada pula MPASI pabrikan yang berupa tepung alami sehingga pengolahannya harus dimasak terlebih dahulu.

Campurkan Mpasi Pabrikan Dengan Bahan Makanan Segar

Bunda, kita bisa mencampur MPASI pabrikan dengan bahan Segar yang tidak terkandung dalam makanan yang kita pilih, lho. Dengan demikian, bayi punmendapatkan zat gizi yang lengkap / serta bisa mengenal aneka rasa dan tekstur makanan yang berbeda. Misalnya saja, kita bisa mencampur bubur beras putih instan dengan daging ayam dan bayam, Atau jika MPASI pabrikan yang kita pilih mengandung Sayur, kita bisa mencampurnya dengan hati ayam atau ikan.

Berikan MPASI Pabrikan dan MPASI Rumahan Berganti Gantian

Pemberian MPASI pabrikan secara terusmenerus dikhawatirkan. akan membuat bayi tidak mengenal  bahan makanan alami yang kaya akan rasa. Berikan bergantian dengan MPASI rumahan karena pengolahan MPASI rumahan dapat diatur sesuai kebutuhan, tekstur makanan yang diberikan bisa lebih padat atau kasar (disesuaikan dengan usia bayi). Hal ini bisa melatih gerakan rahang dan lidah anak.

Campurlah MPASI Pabrikan Dengan Bahan Makanan Alami

Kita juga bisa mencampur bubur instan dengan bahan makanan alami yang disukai sang buah hati. Caranya, campurkanlah satu bahan terlebih dahulu. Pilihlah bahan yang tidak terdapat pada MPASI pabrikan. Misalnya, kita bisa menambahkan bahan makanan alami, seperti daging ayam dan sayur bayam pada MPASI pabrikan beras merah. Selanjutnya, kenalkan anak dengan berbagai bahan makanan alami. Semakin beragam bahan makanan alami yang diberikan, semakin terpenuhi pula zat gizi anak.

Kemasan Aluminium Foil, Kaleng, Botol, Atau Plastik?

Pilihlah kemasan yang sesuai dengan kebutuhan. Kemasan aluminium foil yang dilapisi lagi dengan kemasan kardus di luar mampu melindungi makanan dari sinar matahari langsung, praktis, serta ringan dibawa-bawa. Sayangnya, kemasan ini rentan terhadap kondisi lembap.

Sementara itu, kemasan kaleng mampu melindungi makanan dari sinar matahari langsung serta bisa kedap air, udara, dan mikroba. Namun, kemasan ini rentan terhadap benturan dan kondisi lembap sehingga bisa berkarat.

Kemasan botol kaca yang biasa digunakan untuk makanan bayi berbentuk bubur atau bahan ‘ segar pun rentan terhadap benturan. Kemasan praktis lainnya adalah kemasan plastik. Kemasan ini tidak mudah pecah dan mampu mencegah reaksi kimia antara bahan kemasan dan makanan yang dikemasnya.

Akan tetapi, tampilan kemasan ini cenderung buram sehingga kita tidak bisa melihat dengan jelas makanan yang ada di dalamnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *