5 Jenis Olahraga Untuk Penderita Asam Urat

6 min read

Jenis Olahraga Untuk Penderita Asam Urat

COBA GEH, Jenis Olahraga yang disarankan untuk penderita Asam Urat. Diet yang tidak disertai dengan olahraga justru dapat menurunkan metabolisme tubuh yang berfungsi untuk proses pembakaran lemak dan kalori. Jadi, diet tanpa olahraga ibarat masakan tanpa garam, rasanya akan hambar.

Olahraga sangat menunjang usaha kita untuk memiliki tubuh yang sehat dan bugar. Coba simak beberapa manfaat olahraga berikut ini

Olahraga dapat meningkatkan pembakaran kalori tubuh setiap hari. Semakin tinggi aktivitas tubuh, semakin banyak pula kalori yang terbakar.

Membantu pembentukan jaringan otot baru. Semakin banyak otot terbentuk, semakin sedikit lemak yang tertimbun dalam tubuh.

Olahraga memiliki fungsi untuk merangsang metabolisme, sehingga tubuh membakar kalori dengan cepat.
Dapat meningkatkan kebugaran tubuh. Tingkat kebugaran yang tinggi akan membuat kita tidak membutuhkan energi yang tinggi untuk melakukan aktivitas, sehingga akan lebih efisien.

Dapat meningkatkan HDL. HDL adalah salah satu jenis kolesterol yang baik. Membuat jantung berdetak secara efisien. Mencegah terjadinya pembekuan darah di pembuluh darah.

Gumpalan-gumpalan dalam darah sering menjadi penyebab serangan jantung dan stroke. Memperkuat tulang. Meningkatkan ketebalan tulang rawan pada sendi yang memiliki efek perlindungan pada sendi. Membantu memasok darah dari jantung dengan memperbesar pembuluh darah.

Olahraga untuk mengurangi stres, Stres dapat kita alami kapan saja dan di mana saja. Dengan berolahraga, kita dapat merenggangkan otot-otot yang tegang saat beraktivitas. Olahraga ini mampu membuat otak kita menjadi lebih segar dan mengurangi stres.

Olahraga untuk menunda proses penuaan. Manfaat olahraga selanjutnya adalah untuk mencegah perubahan pada tubuh yang terjadi seiring bertambahnya usia, seperti kulit kendor, dan keriput. Kegiatan olahraga secara rutin dapat membantu pembentukan sel-sel baru dan mencegah kerutan yang menyebabkan kulit menjadi keriput/kendor.

Apakah Olahraga Cocok Untuk Penderita Asam Urat?

Olahraga apakah yang cocok untuk penderita asam urat? Seperti kita tahu, penderita asam urat mengalami gangguan pada sendi.

Sementara kegiatan olahraga adalah kegiatan fisik yang melibatkan fisik secara keseluruhan, termasuk persendian. Bukankah itu dapat menimbulkan dampak yang buruk?

Mengingat olahraga adalah salah satu cara penting untuk tetap hidup sehat, tak terkecuali penderita asam urat pun tetap dianjurkan untuk berolahraga.

Dengan berolahraga, otot tidak akan kaku lagi. Bila tidak aktif melakukan olahraga, otot dan sendi akan semakin lemah.

Tentunya aktivitas olahraga dilakukan di luar waktu serangan atau terjadinya peradangan pada sendi. Bagi orang yang memiliki gangguan pada persendiannya tentu sulit untuk melakukan olahraga, tetapi bukan berarti tidak bisa melakukan olahraga sama sekali.

Penderita gangguan sendi juga bisa beraktivitas seperti biasa, asalkan porsinya disesuaikan. Lalu, kembali ke pertanyaan sebelumnya, olahraga apa yang cocok untuk penderita asam urat?

Pada prinsipnya, olahraga yang cocok untuk penderita asam urat adalah jenis olahraga yang tidak memforsir fisik secara berlebihan dan yang paling penting adalah tidak terlalu membebani daerah daerah persendian.

Sangat penting bagi penderita gangguan sendi untuk menghindari aktivitas yang ekstrim atau gerakan yang berlebihan. Hal yang harus dilakukan adalah gerakan secara lembut, seimbang dan beberapa gerakan yang tidak berlebihan sangat bermanfaat.

Gerakan-gerakan tersebut menjaga sendi tetap sigap dan memberikan nutrisi bagi tulang rawan yang nantinya bisa memperlambat gangguan sendi.

Olahraga yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam urat adalah jenis olahraga yang memerlukan gerakan tiba-tiba dan bertenaga, berlari, lompat tali, olahraga yang memerlukan gerakan memelintir badan, seperti sit-up, olahraga yang memerlukan hentakan, berhenti dan memulai dengan tiba-tiba, seperti sepakbola.

5 Jenis Olahraga Disarankan Untuk Penderita Asam Urat

Berdasarkan penjelasan mengenai jenis kegiatan olahraga yang baik untuk penderita asam urat. Berikut ini ada lima jenis olahraga yang bisa dilakukan oleh penderita asam urat

Jalan cepat

Jalan cepat merupakan salah satu jenis olahraga yang murah meriah. Tanpa perlu bersusah payah menyiapkan peralatan apa pun, tanpa mengeluarkan biaya apa pun, cukup memakai sepatu yang nyaman saja untuk dipakai.

Tidak heran bila olahraga ini cukup populer di kalangan masyarakat. Selain itu, olahraga jalan cepat tidak menguras energi dan tidak perlu keterampilan khusus untuk melakukannya.

Jika dibandingkan dengan berlari (jogging), popularitas jalan cepat memang sedikit berada dibawahnya. Tetapi untuk efektifitas dalam membakar kalori, jalan cepat tidak kalah baiknya.

Beberapa penelitian modern teiah mengategorikan berjalan sebagai olahraga yang cocok dilakukan untuk semua kelompok usia, yang tidak memeriukan peralatan dan persyaratan khusus untuk melakukannya.

Bagi penderita gangguan persendian, olahraga jalan cepat sangat cocok. Hal ini karena olahraga jalan cepat dapat membantu mengurangi lemak otot di area dekat sendi sekaligus tidak memberatkan persendian.

Lain ceritanya dengan berlari. Beriari relatif lebih banyak tekanan pada lutut dan untuk jangka panjang tindakan ini cukup berisiko bagi orang yang menderita gangguan persendian, termasuk asam urat.

Olahraga jalan cepat juga banyak direkomendasikan para ahli kesehatan. Pasalnya, olahraga ini adalah latihan yang baik untuk meningkatkan fungsi kardiovaskular yang membantu mengurangi kadar kolesterol jahat dalam tubuh dan meningkatkan kesehatan jantung.

Anda hanya memadukan sepatu dan pakaian olahraga untuk melakukan kegiatan fisik ini. Jadi, seIain murah, Anda juga bisa mendapatkan manfaat bagi tubuh secara keseluruhan.

Secara alamiah, tubuh manusia dilahirkan untuk berjalan. Jalan cepat adalah cara alami untuk meningkatkan kebugaran tubuh, terutama jantung. Untuk melakukan jalan cepat, perlu dilakukan cara yang bertahap.

Mulailah dengan berjalan dengan langkah kecil kemudian tambah kecepatan sedikit demi sedikit. Setelah Anda merasa nyaman pada kecepatan tertentu, pertahankan kecepatan tersebut.

Saat mencapai 100 langkah, beristirahatlah selama 1 menit dan lanjutkan berjalan kembali. Ulangi pola ini sebanyak 12 kali. Pilihlah jalan yang menjadi rute olahraga, datar saja agar kecepatan bisa stabil.

Senam Ringan

Setelah jalan cepat, olahraga selanjutnya yang baik untuk penderita gangguan persendian adalah olahraga senam. Sanam merupakan salah satu kegiatan fisik yang baik untuk kesehatan badan.

Jika dilakukan secara teratur, bukan hanya sehat. hal baik lain yang bisa didapat adalah tubuh menjadi kekar bagi laki-laki dan indah bagi perempuan.

Dengan senam, jantung bisa berkontraksi dengan teratur, dinding otot jantung lebih elastis dan kuat serta peredaran darah mengalir dengan lancar.

Hal yang menarik lagi, senam adalah gerakan rekreasi yang bisa membuat orang lebih rileks dan gembira. Fisik Anda juga tidak banyak terforsir.

Senam merupakan aktivitas olahraga yang sangat mungkin dilakukan oleh penderita asam urat. Selain dapat membantu dalam bergerak dan proses pembakaran lemak, senam juga tidak akan terlalu memberatkan bagi penderita asam urat karena gerakannya yang tidak terlalu sulit. Terlebih lagi, senam merupakan olahraga yang murah. bahkan dapat dikatakan gratis.

Banyak model senam yang bisa Anda pilih, tetapi pilihlah jenis senam yang disesuaikan dengan kondisi Anda. Untuk penderita asam urat, pilihan senam yang cocok adalah jenis senam yang memiliki gerakan gerakan sederhana. Hal ini untuk menghindari timbulnya risiko pada bagian persendian tubuh.

Menari

Menari merupakan cara yang menyenangkan dan sehat untuk berolahraga. Bergerak saat meneril Juga dapat memicu pelepasan hormon serotln dan endorfin yang membuat perasaan bahagia.

Menari dapat dilakukan oleh siapa saja bahkan jika mereka tidak memiliki keahlian. Siapa pun bisa mulai menari dan menikmati pengalaman tersebut.

Menari, selain efektif membakar kalori Juga dapat meningkatkan kelenturan tubuh, otot, dan sendi. Tarian merupakan serangkaian gerakan yang penuh kelembutan dan keseimbangan antara kelenturan dengan otot.

Ini merupakan salah satu olahraga yang tidak akan memberatkan penderita nyeri sendi. Sebagaimana senam, pilihlah tarian yang sederhana daripada tarian yang memiliki variasi gerakan rumit. Hindari juga jenis tarian yang keras menghentak-hentak, seperti dance.

Seperti halnya olahraga berlari dan jalan cepat, menari dapat meningkatkan kesehatan jantung, meningkatkan stamina, memperkuat tulang dan otot, serta mencegah berbagai penyakit, seperti diabetes dan penyakit jantung. Bahkan, menari selama setengah jam dapat membakar 130-150 kalori.

Temuan yang diterbitkan dalam New England Journal of Medicine menunjukkan bahwa orang yang menari secara teratur dapat menurunkan risiko demensia hingga 76%. Lebih banyak dari aktivitas lain, seperti bermain musik atau bermain catur, monopoli. ular tangga atau halma.

Bersepeda

Satu lagi pilihan olahraga yang efektif untuk penderita gangguan persendian, yaitu bersepeda. Kenapa bersepeda baik untuk penderita gangguan sendi? Karena saat bersepeda bagian-bagian persendian tidak mengalami penekanan yang memberatkan. Bersepeda juga cukup banyak membakar kalori dalam tubuh.

Karena bersepeda cukup menyenangkan sekaligus menyehatkan, dewasa ini banyak orang yang menyukainya. Hal ini disebabkan juga oleh kesadaran masyarakat terhadap polusi udara semakin besar, sehingga banyak orang yang memilih alternatif bersepeda untuk menggantikan fungsi kendaraan bermotor.

Jika Anda bersepeda selama 1 jam dengan kecepatan 21 km/jam maka kalori yang dapat dibakar sebesar 612 kalori. Lumayan, bukan? Bersepeda juga akan membuat hati senang, meningkatkan dan mempertahankan mobilitas atau pergerakan dari sendi.

Manfaat lain yang bisa didapatkan dengan melakukan olahraga bersepeda adalah mau tidak mau orang tersebut akan keluar rumah, sehingga bisa menghirup udara segar dan terkena sinar matahari yang merupakan salah satu terapi yang baik dalam melawan penyakit tulang dan persendian.

Sinar matahari pagi mengandung vitamin D untuk penguatan tulang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penderita rematik tidak selalu harus berbaring saja tanpa melakukan aktivitas apa pun, terbukti dengan bersepeda tidak akan memperparah keadaan. Justru dapat mendukung dan melatih tulang dan sendi agar lebih sehat.

Selain untuk manfaat yang telah disebutkan, masih banyak manfaat bersepeda yang lain, di antaranya:

  • Bersepeda dapat membuat tubuh menjadi berenergi dan menjaga bentuk tubuh. Hal ini dikarenakan ketika kita bersepeda, kita melakukan beberapa gerakan yang dapat membentuk, mengencangkan, dan menguatkan serta mengurangi lemak pada otot paha, betis, dan panggul.
  • Mengurangi selulit pada paha. Bahkan, gerakan bersepeda juga dapat menghilangkan stres di daerah lutut hingga pergelangan kaki seperti halnya ketika kuta berjalan atau melakukan senam aerobik.
  • Bersepeda dapat memperlancar proses sirkulasi darah.
  • Bersepeda dapat menghindarkan kita dari berbagai serangan penyakit, misalnya diabetes, sebab bersepeda dapat menghindarkan kita dari tekanan darah tinggi dan menurunkan berat badan.
  • Bersepeda dapat mengurangi stres dan menjaga kesehatan jantung.

Pada umumnya, penderita gangguan-gangguan sendi disarankan untuk mambatasi aktivitas-aktivitas yang membebani persendian. Hal ini dilakukan agar tidak membahayakan persendian itu sendiri.

Nah, berenang bisa menjadi solusi latihan sederhana untuk penderita gangguan persendian, termasuk asam urat atau gangguan sendi Iainnya, seperti lupus dan arthritis rheumatoid.

Para pakar tulang dan persendian mengakui bahwa olahraga Ini bisa sangat bermanfaat karena berada di dalam air dapat mengurangi rasa tegang pada sendi dan rasa tidak nyaman yang biasa dialami penderita persendian.

Secara ilmiah, air berdampak baik bagi tubuh karena beberapa alasan.

Berdampak pada pembuluh darah. Berendam di dalam air membuat sirkulasi darah menjadi lancar.

Faktor pembebanan di dalam air akan menguatkan otot-otot dan ligamen yang memengaruhi sendisendi tubuh. Orang dengan gangguan persendian sangat cocok melakukannya sekaligus sebagai terapi persendian.

Latihan di dalam air berdampak positif terhadap otot jantung dan paru-paru. Latihan di dalam air membuat sirkulasi pernapasan menjadi Iebih baik. Air memiliki efek yang disebut hidrostatik dan hidrodinamik, sangat membantu dalam menopang berat badan saat Anda berada di dalam air.

Penderita stroke akan lebih mudah berlatih berjalan di dalam air daripada di darat karena pengaruh gaya apung air membuat tubuh iebih ringan.

Berjalan di darat membuat tubuh manusia lebih berat karena mengalami gaya tarik bumi atau gravitasi. Itu sebabnya pasien stroke yang mengalami kelumpuhan cenderung sulit berjalan jika di darat.

Bila kita berendam dalam kolam air setinggi dada, berat tubuh akan berkurang sekitar 70%. Karena itu, latihan yang sulit dilakukan di darat dapat dilakukan di dalam air.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *