Akang Putra Belajar dan terus mencari ilmu baru sudah menjadi hobi, menulis hanya sekedar menuangkan ide yang ada dalam benak pikiran. Suka Wisata, Suka Kuliner. Menjadi diri sendiri dalam berkarya agar bisa bermanfaat untuk orang banyak

Waspada Faktor Penyebab Hipertensi

5 min read

Waspada Faktor Penyebab Hipertensi

COBA GEH, Hipertensi disebabkan oleh berbagai faktor yang sangat dan mempengaruhi satu sama lain. Kondisi masing-masing orang tidak sama sehingga faktor penyebab hipertensi pada setiap orang sangat berlainan.

Berikut ini faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya hipertensi secara umum. Salah satu faktor saja yang mengenai tubuh kita, maka dengan mudah kita akan menderita hipertensi.

Penyebab Hipertensi pada Manusia

Disini setidaknya ada 14 penyebab setiap orang mengalami hipertensi, yang ternyata memang beberapa faktor berikut ini bahkan ada yang tidak kita sadari.

1. Toksin

Toksin adalah zat-zat sisa pembuangan yang seharusnya dibuang karena bersifat racun. Dalam keadaan biasa saja, organ hati kita akan mengeluarkan sisa-sisa pembuangan melalui saluran usus dan kulit. Sementara ginjal mengeluarkan sisa sisa pembuangan melalui saluran kencing atau kantong kencing.

Apabila hati dan ginjal kita terluka atau terbebani, maka fungsi pembersihan toksin yang biasanya dapat dilakukan menjadi tidak dapat dilakukan. Akibatnya toksin di dalam tubuh kita akan menyebar ke dalam darah. Darah yang mengandung toksin tersebut jika tidak dapat dihilangkan atau dinetralisir akan dapat menyebabkan kematian.

Naluri daya tahan manusia telah menyesuaikan diri dengan cara-cara lain yang mengagumkan. Tekanan darah juga dapat meningkat dan menyebabkan serangan penyakit jantung atau berpengaruh buruk terhadap sistem penyebaran lainnya.

Tanda-tanda permulaan yang menunjukkan badan kurang bersih, di antaranya termasuk lendir di dalam hidung dan tenggorokan pada waktu bangun pagi, hidung tersumbat atau berair, lidah kotor, napas bau, noda darah pada mata, selera makan menurun, perut kembung, masuk angin, sakit kepala, ketombe yang berlebihan, kekeringan kulit yang berlebihan, bau badan, kulit berwarna kekuningan, cepat marah, dan lain-lain.

Sebenarnya penyebab segala penyakit bukan dari bakteri. melainkan toksin yang berawal dari keracunan makanan. Toksin ini menyebabkan rusaknya sel tissu sehingga terjangkit bakteri. Dalam banyak masalah, penggunaan obat untuk menyembuhkan penyakit merupakan tindakan berbahaya. Efek samping dari obm tersebut bisa membawa kematian.

Makanan organik merupakan pilihan terbaik untuk merawat penyakit dan menguatkan tubuh. Naturopatl memadukan teori dan praktikal pemahaman pengobatan alami. Manusia mengalami sakit karena toksin yang terkumpul secara terus-menerus di dalam tubuh. Pada kondisi normal tubuh mempunyai kemampuan untuk menghilangkan sisa-slsa pembuangan, lendir, serta toksin yang berusaha menghambat fungsl-fungsi normalnya.

Saat tubuh sakit atau memperlihatkan tanda-tanda sakit artinya tubuh gagal menangani toksin yang tertinggal.
Penyakit yang paling biasa diderita akibat penumpukan toksin dalam tubuh adalah pilek, flu, dan bronkhitis. Penumpukan toksin pada bagian yang berlainan pada tubuh akan menyebabkan penyakit-penyakit yang berbeda-beda, termasuk hipertensi.

Sisa-sisa pembuangan yang terkandung di dalam saluran darah akan menghambat kelancaran peredaran darah. Hal itu dapat memaksa jantung bekerja lebih keras untuk membantu peredaran darah melalui saluran yang tersumbat.
Hal tersebut menyebabkan pembesaran jantung dan selanjutnya mengakibatkan penyakit jantung. Sementara itu, tekanan yang diberikan terhadap saluran darah akan mengakibatkan tekanan darah tinggi.

2. Faktor Genetik

Adanya faktor genetik pada salah satu keluarga tertentu hal itu akan menyebabkan salah satu atau lebih dalam keluarga tersebut mempunyai risiko menderita hipertensi. Setiap orang yang orang tuanya hipertensi memiliki resiko dua kali lebih besar menderita hipertensi daripada orang yang tidak mempunyai keluarga dengan riwayat hipertensi.

Ada baiknya mulai sekarang kita memeriksa riwayat kesehatan keluarga sehingga kita dapat melakukan antisipasi dan pencegahan. Ini tidak hanya berlaku untuk penyakit hipertensi tetapi juga untuk penyakit penyakit berat lainnya. Bagaimanapun melakukan pencegahan dan antisipasi terhadap penyakit jauh lebih baik daripada melakukan pengobatan.

3. Umur

Kepekaan terhadap hipertensi akan meningkat seiring dengan bertambahnya umur seseorang. Orang yang berumur di atas 60 tahun, mempunyai tekanan darah lebih besar. Hal tersebut adalah pengaruh degenerasi pada orang yang mengalami penambahan usianya.

Bukan berarti kita harus takut dengan bertambahnya umur. Proses menua adalah hal alami yang tidak bisa kita hindari. Namun, menjadi tua dengan tetap sehat adalah hal yang bisa kita usahakan sejak dini. Kesehatan adalah anugerah yang paling berharga bagi kehidupan kita selain iman.

Oleh karena itu, jagalah dan rawatlah baik-baik kesehatan kita. Sebenarnya perawatan terhadap kesehatan sangatlah mudah dan murah asal kita tekun dan mau berusaha untuk disiplin.

4. Jenis Kelamin

Pada prinsipnya jenis kelamin mempunyai struktur organ dan hormon yang berbeda antara laki laki dan perempuan. Berkaitan dengan hipertensi, pria mempunyai risiko lebih besar menderita hipertensi lebih awal dibandingkan dengan wanita.

Laki-laki juga mempunyai risiko yang lebih besar terhadap morbiditas dan mortalitas kardiovaskuler. Sedangkan pada perempuan, biasanya lebih rentan terhadap hipertensi ketika mereka sudah berumur di atas umur 50 tahun. Sangatlah penting bagi kita untuk menjaga kesehatan sejak dini. Terutama mereka yang memiliki sejarah keluarga terkena penyakit.

5. Etnis

Setiap etnis memiliki kekhasan masing-masing yang menjadi ciri khas dan pembeda satu dengan lainnya. Ternyata hipertensi lebih banyak dialami oleh orang berkulit hitam daripada orang yang memiliki kulit putih.

Belum diketahui secara pasti penyebabnya, tetapi pada orang kulit hitam ditemukan kadar renin yang lebih rendah dan sensitivitas terhadap vasopresln yang lebih besar. Inilah yang menyebabkan mereka lebih rentan terkena hipertensi.

Walaupun tidak dapat dipungkiri, pola hidup sehat akan sangat membantu menghindarkan mereka dari cap mudah terkena hipertensi ini. Bagaimanapun menjaga kesehatan secara terus-menerus akan lebih berarti daripada memikirkan cap negatif ataupun sejarah kesehatan yang buruk dari keluarga yang memang tidak bisa dihindari.

6. Stres

Ketika kita mengalami Stres, sehingga Stres akan meningkatkan resistensi pembuluh darah perifer dan curah jantung maka akan menstimulasi aktivitas saraf simpatetik. Adapun terjadinya stres ini bisa saja berhubungan dengan pekerjaan, kelas sosial, ekonomi, dan karakteristik personal.

Stres yakni respon tubuh yang bersifat nonspesifik terhadap setiap tuntutan beban atasnya. Terdapat beberapa jenis penyakit yang berhubungan dengan stres yang dialami seseorang, di antaranya hipertensi atau peningkatan tekanan darah sistolik lebih dari 120 mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg.

Stres yang terjadi pada seseorang maka akan membangkitkan saraf simpatetis yang akan memicu kerja jantung dan menyebabkan peningkatan tekanan pada darah. Oleh karena itu, bagi mereka yang sudah memiliki riwayat sej arah kesehatan penderita hipertensi, disarankan untuk berlatih mengendalikan stres dalam hidupnya.

Stres tidak hanya memicu timbulnya hipertensi, tetapi juga banyak penyakit fisik berat lainnya yang disebabkan oleh stres. Hidup sehat dan menggunakan pola pikir sehat merupakan salah satu cara untuk mengendalikan stres.

7. Kegemukan (Obesitas)

Kegemukan (obesitas) juga merupakan salah satu faktor yang menyebabkan timbulnya berbagai macam penyakit berat, salah satunya hipertensi. Penelitian yang dilakukan pada epidemiologi mengatakan adanya hubungan antara berat badan dengan tekanan darah baik pada pasien hipertensi maupun normotensi.

Pada populasi yang tidak ada peningkatan berat badan seiring umur, tidak dijumpai peningkatan tekanan darah sesuai peningkatan umur. Yang sangat mempengaruhi tekanan darah yakni kegemukan pada tubuh bagian atas dengan peningkatan lemak pada perut atau kegemukan terpusat (obesitas sentral).

8. Nutrisi

Sodium adalah penyebab penting terjadinya hipertensi primer. Asupan garam yang tinggi akan menyebabkan pengeluaran berlebihan dari hormon natriouretik secara tidak langsung akan meningkatkan tekanan darah.

Asupan garam tinggi dapat menimbulkan perubahan tekanan darah yang dapat terdeteksi yaitu lebih dari 14 gram per hari atau jika dikonversi ke dalam takaran sendok makan adalah lebih dari 2 sendok makan. Bukan berarti kita makan garam 2 sendok makan setiap hari tetapi garam tersebut terdapat dalam makanan-makanan asin atau gurih yang kita makan setiap hari.

9. Merokok

Penelitian terbaru menyatakan bahwa merokok menjadi salah satu faktor risiko hipertensi yang dapat dimodifikasi. Merokok merupakan faktor risiko yang potensial untuk ditiadakan dalam upaya melawan arus peningkatan hipertensi khususnya dan penyakit kardiovaskuler secara umum di Indonesia.

10. Narkoba

Mengkonsumsi narkoba jelas tidak sehat. Komponenkomponen zat aditif dalam narkoba juga akan memicu peningkatan tekanan darah. Sangatlah penting untuk menjalani pola hidup sehat agar terhindar dari hipertensi.

Penyakit kecanduan narkoba kelihatatmya sepele tetapi sangat mematikan. Efek buruk yang ditimbulkannya sangatlah besar. Itulah sebabnya mendeteksi keberadaan hipertensi sejak dini sangat diperlukan. Tentu saja harus diimbangi dengan pola dan gaya hidup yang sehat.

Narkoba tidak ada sedikitpun kebaikannya. Ada banyak pihak. terutama generasi muda yang beralasan menggunakan narkoba dengan alasan life style dan pergaulan. Akan tetapi, mereka tidak mengerti bahwa life style dan pergaulan yang sebenarnya adalah hidup sehat dan terbebas dari kematian yang sia-sia.

11. Alkohol

Penggunaan alkohol yang terlalu berlebihan juga akan memicu tekanan darah seseorang. Selain tidak bagus bagi tekanan darah kita, alkohol juga membuat kita kecanduan yang akan sangat menyulitkan untuk lepas.

Menghentikan kebiasaan mengkonsumsi alkohol baik bagi hipertensi kita tetapi juga untuk kesehatan kita secara keseluruhan.

12. Kafein

Menikmati kopi dan teh memang sangat enak dan nikmat. Apalagi kalau dilakukan di acara ngobrol bersama temanteman tentu sangat menyenangkan. Namun, kita harus mewaspadai bahayanya kafein. Kopi adalah bahan minuman yang banyak mengandung kafein. Demikian pula teh walaupun kandungannya tidak sebanyak pada kopi.

Ini bukan berarti kita dilarang minum kopi dan teh. Akan tetapi, bijaksanalah dengan kadar kafein yang kita konsumsi. Kandungan kafein selain tidak baik pada tekanan darah dalam jangka panjang, pada orang-orang tertentu juga menimbulkan efek yang tidak baik seperti tidak bisa tidur, jantung berdebar-debar, sesak napas, dan lain-lain.

alau kita ragu-ragu banyaknya kafein yang boleh kita konsumsi sen cara aman sesuai dengan kondisi tubuh kita maka datanglah ke dokter dan mintalah nasihat yang bijak.

13. Kurang Olahraga

Zaman modern seperti sekarang ini, banyak kegiatan yang dapat dilakukan dengan cara yang cepat dan praktis. Manusia pun cenderung mencari segala sesuatu yang mudah dan praktis sehingga secara otomatis tubuh tidak banyak bergerak.

Selain itu, dengan adanya kesibukan yang luar biasa, manusia pun merasa tidak punya waktu lagi untuk berolahraga. Akibatnya, kita menjadi kurang gerak dan kurang olahraga. Kondisi inilah yang bisa menimbulkan kolesterol tinggi dan tekanan darah terus meningkat sehingga memunculkan hipertensi.

14. Kolesterol

Kandungan lemak yang berlebihan dalam darah bisa menyebabkan datangnya kolesterol pada dinding pembuluh darah. Hal tersebut bisa membuat pembuluh darah menyempit yang akibatnya tekanan darah akan meningkat. Sudah sangat layak kita harus mengendalikan kolesterol kita sedini mungkin.

Itu tadi merupakan 14 faktor penyebab hipertensi yang terjadi pada seseorang. Nah apakah dari sekian banyaknya penyebab hipertensi yang sudah disebutkan tadi ada salah satunya terjadi atau anda alami. Atau ada faktor lainnya, silahkan jelaskan faktor itu di kolom komentar ya.

Akang Putra Belajar dan terus mencari ilmu baru sudah menjadi hobi, menulis hanya sekedar menuangkan ide yang ada dalam benak pikiran. Suka Wisata, Suka Kuliner. Menjadi diri sendiri dalam berkarya agar bisa bermanfaat untuk orang banyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *