Akang Putra Belajar dan terus mencari ilmu baru sudah menjadi hobi, menulis hanya sekedar menuangkan ide yang ada dalam benak pikiran. Suka Wisata, Suka Kuliner. Menjadi diri sendiri dalam berkarya agar bisa bermanfaat untuk orang banyak

Hasil Panen Buah Naga Bernilai Ekonomi Untuk Keluarga

1 min read

Buah Naga Bernilai Ekonomi Untuk Keluarga

COBA GEH, Buah Naga Bernilai Ekonomi. Tanaman Buah Naga secara penampakan fisik memang mengerikan, tanaman dalam keluarga kaktus ini dipenuhi duri tajam. Jika dilihat secara kasat mata, tanaman buah naga ini tidak menarik.

Bahkan bisa jadi orang akan mengurungkan niatnya untuk membudidayakan tanaman buah naga. Padahal dibalik duri duri kecil dan runcing yang bisa mengakibatkan efek gatal jika terkena kulit ini memiliki buah yang sangat nikmat.

Banyak yang menyarankan untuk menanam tanaman buah naga ini harus jauh dari rumah terutama jangkauan anak anak. Namun pada kenyataannya malah banyak yang menanam batang buah naga ini di pekarangan rumah.

Alasannya sangat sederhana yakni bisa dengan mudah dalam perawatan dan pemantauan. Dengan kata lain lebih mudah dijangkau dan bisa juga sebagai hiasan di pekarangan rumah.

Baca Juga : Menanam Buah Naga di Pekarangan Rumah Selain Nikmat Juga Bernilai Ekonomi

Buah Naga memiliki nilai Ekonomi untuk keluarga, hal ini sudah terbukti bagi warga masyarakat di Pekon Siliwangi Kecamatan Sukoharjo Kabupaten Pringsewu Lampung.

Tepatnya di Dusun 5 atau yang lebih dikenal dengan nama Kelompok 4 ini, hampir di setiap halaman rumahnya menanam Tanaman Buah Naga.

Cara menanamnya pun beragam, ada yang hanya mengandalkan pokok tanaman lainnya seperti pohon randu dan pohon kelor sebagai ajir tanaman buah naga.

Namun ada juga yang benar benar membuat ajir dengan menggunakan cor coran semen dan bata. Bahkan hampir semua bagian pada lahan pekarangan rumahnya pun dipenuhi tanaman buah naga.

Panen Buah Naga Bernilai Ekonomi Untuk Keluarga

Benar sekali salah satu alasan kenapa banyak yang menanam buah naga bahkan sampai memenuhi pekarangan rumahnya. Alasannya tidak lain ialah karena buah naga memiliki nilai ekonomis yang mampu membantu dan menopang kebutuhan keluarga.

Ketika panen buah naga di bulan oktober sampai dengan bulan februari dalam satu pokok atau rumpun tanaman buah naga sangat menjanjikan hasilnya.

Hasilnya pun sangat menggiurkan dari setiap batang pokok tanaman buah naga mampu mengeluarkan sebanyak 10 hingga 20 kilogram dalam satu kali musim.

Nah bagaimana jika anda menanam sepuluh pokok tanaman buah naga di pekarangan rumah. Sudah bisa di tebak dalam hitungan kasar, bisa mencapai 1 kuwintal buah naga.

Lumayan bukan, itu belum dikalikan harga saat panen raya dengan asumsi harga terendahnya sebesar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) saja. Sudah jelas hitungan berapa hasilnya.

Jika di kalkulasikan memiliki 10 pokok tanaman buah naga, dalam satu pokok menghasilkan 10 kilogram, dengan harga jual saat panen Rp. 10.000,-. Jadi 10 x 10  = 100 kilogram x 10.000 = 1.000.000,- nah lumayan kan.

Dengan hitung hitungan diatas sudah bisa dipastikan bahwa menanam buah naga di pekarangan rumah bisa membantu ekonomi keluarga.

Bagaimana, anda tertarik untuk membudidayakan buah naga di pekarangan rumah anda yang kosong? Silahkan. Saya jamin tidak akan rugi, karena selain dijual langsung buah naganya juga bisa dibuat beragam olahan yang bisa menambah nilai jual.

Akang Putra Belajar dan terus mencari ilmu baru sudah menjadi hobi, menulis hanya sekedar menuangkan ide yang ada dalam benak pikiran. Suka Wisata, Suka Kuliner. Menjadi diri sendiri dalam berkarya agar bisa bermanfaat untuk orang banyak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *